7.06.2010

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Allah Yang Maha Pemurah,Yang telah mengajarkan Al Qur'an.
Dia menciptakan manusia.Mengajarnya pandai berbicara. Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya.Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk- (Nya),di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,
dan Dia menciptakan jin dari nyala api.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,
antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Dan kepunyaan-Nyalah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Semua yang ada di bumi itu akan binasa.
Dan tetap kekal Zat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Wahai jamaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (dari padanya).
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandanya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Inilah neraka Jahannam yang didustakan oleh orang-orang berdosa.
Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air yang mendidih yang memuncak panasnya.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?,
Kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. Dan buah-buahan kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?,
Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Di dalam kedua surga itu ada dua mata air yang memancar.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Di dalam keduanya ada (macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai Kebesaran dan Karunia.

[QS. Ar-rahman : 1-78]

6.15.2010

*Sebuah Cangkir yang Cantik*


Sepasang kakek dan nenek pergi berbelanja di sebuah toko
suvenir untuk mencari hadiah untuk cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju
kepada sebuah cangkir yang cantik. "Lihat cangkir itu," kata si nenek kepada
suaminya. "Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar
si kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud
berbicara, "Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku
dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah
seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang
pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.

Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. 'Stop! Stop!'
aku berteriak, tetapi orang itu berkata 'Belum!' Lalu ia mulai menyodok dan
meninjuku berulang-ulang. 'Stop! Stop!' teriakku lagi, tetapi orang ini
masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi
ia memasukkan aku ke dalam perapian. 'Panas! Panas!' teriakku dengan keras.
'Stop! Cukup!' teriakku lagi, tetapi orang ini berkata "Belum!"

Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai
dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh, ternyata belum. Setelah
dingin, aku diberikan kepada seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku.
Asapnya begitu memualkan. 'Stop! Stop!' aku berteriak, tetapi wanita itu
berkata 'Belum!'

Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke
perapian yang lebih panas dari sebelumnya! 'Tolong hentikan penyiksaan ini!'
sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya, tetapi orang ini tidak peduli
dengan teriakanku. Ia terus membakarku. Setelah puas 'menyiksaku' maka aku
dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan
menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku
hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu
cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala
kulihat diriku."

***

Seperti inilah Allah SWT membentuk kita. Pada saat Allah SWT membentuk kita,
tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi
inilah satu-satunya cara bagiNya untuk mengubah kita supaya menjadi cantik
dan memancarkan kemuliaanNya.

Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan apabila kita sedang diberi cobaan/ujian,
sebab kita tahu bahwa ujian terhadap kita akan menghasilkan ketekunan. Dan
biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya kita menjadi
sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.

Apabila kita sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Dia
sedang membentuk kita. Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan. Tetapi
setelah semua proses itu selesai, kita akan melihat betapa cantiknya Allah
SWT membentuk kita. Bersyukurlah!
(Imma)*

-------------------------------------------
taken from : kotasantri.com


.[^_^]/

[Do'a of the day] 15 Juni 2010

Bismillahirrahmaanirrahiim
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Allahumma ashlih lii fii diiniil ladzii huwa 'ishmatu amrii wa ashlih lii dun-yaayal latii fiihaa ma'aasyi wa shlih lii aakhiratil latii fiihaa ma'aadii waj'alil hayaata ziyaadata lii fii kulli khayrin wajalil mawta raahatan lii min kulli syarrin.

Artinya : Ya Allah, baguskanlah untukku agamaku yang jadi pangkal urusanku, baguskan pula duniaku yang jadi tempat penghidupanku, dan baguskanlah akhiratku yang padanya tempat kembaliku nanti, jadikanlah hidup tu menjadi bekal/tambahan bagiku dalam segala kebaikan, serta jadikanlah mati itu pelepas segala keburukan bagiku. (HR. Muslimin)

5.20.2009

Tambah Satu Lagi Melati itu

oleh : Ratnadewi Idrus


Bismillaahirrahmaanirrahiim

Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, supaya kamu selalu ingat. (QS. Al Araf 7:26)

Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab 33:59)

*****

"Dunia ini semakin kacau Nisa! bunga-bunga semakin berani memamerkan aurat tubuhnya! astaghfirullaah.. kenapa mereka tidak mengerti?, kenapa Qalbu yang lembut itu tertutup? kenapa mereka lebih cinta dunia daripada Zat Yang Menciptakannya?.. kenapa?!.. "

Keluh Kasturi suatu ketika, ada semburat kemarahan dan kekecewaan di sana.

"Apakah mereka tidak sadar diri bahwa dulunya mereka mati?!, Apakah mereka tidak bersyukur bahwa dulunya mereka tak berbentuk?!, dan kini.. mereka memilih menjual nyawa daripada menjaga kehormatannya! Padahal Allah begitu menyayangi mereka! Mereka korbankan jiwa demi uang, popularitas atau nama!". Padahal semua akan tinggal!..

Sungguh.. kasihan sekali!, apakah mereka tidak pernah membaca sejarah bahwa di zaman jahiliyah kehadiran mereka adalah lambang kenistaan?!, lebih baik mereka di kubur hidup-hidup daripada dipelihara dengan tanggungan kehinaan! dan kini setelah dimuliakan, mereka malah berbalik merendahkan dirinya!. Sudah di dunia rendah, apatah lagi di akhirat kelak?!

Gara-gara mereka cermin wanita ternoda! gara-gara mereka fitnah merajalela!, gara-gara mereka dunia ditimpa malapetaka!. Aku benci mereka Nisa.. aku benci!.."

Semua terdiam mendengar perkataan Kasturi. Untaian katanya begitu menusuk, tajam dan mungkin menyakitkan?!. Sementara Nisa mencoba tersenyum menahan pahitnya kenyataan.

"Apa yang engkau keluhkan ini, sama seperti yang kukeluhkan dulu, Kasturi..". Ujar Nisa pelan, seraya melirik Ayuning yang duduk di sampingnya.

"Kebencianmu pada mereka bisa Nisa maklumi karena cintamu pada Allah.., sebagaimana sabda Rasul-Nya: Iman yang paling utama adalah bahwa engkau mencintai (seseorang) karena Allah dan membenci (seseorang) karena Allah. (At Thabrani)

Membenci mereka, karena tidak memperhatikan Firman Allah!, sebab itu timbul usaha untuk merangkul mereka dengan kasih sayang agar kembali mendapat keridhaan Allah. Betul begitukan ?!.."

Kasturi menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan. Selanjutnya ketiga sahabat itu tenggelam dalam perbincangan panjang.

*****

Nisa memohon pada Yang Maha Kuasa agar memberikannya kekuatan, ia sadar sepenuhnya yang hadir di pengajian melati bukan hanya mereka yang mengenakan pakaian yang disyariatkan Allah. Usai berdo'a, perlahan ia mulai memberikan salam dan percikan.

"Ukhty, Allah Swt yang sangat menyayangimu berfirman:

Hai Anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari syurga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. (QS. Al Araf 7:27)

Allah telah memberitahukan keadaan nenek moyang kita dulu sewaktu diperdayakan, betapa senangnya syaitan melihat aurat Adam dan Hawa, begitu pula dengan kita. Sungguh! aurat yang tak terjaga itulah gerbang pembuka kemaksiatan di muka bumi ini!

Sungguh ukhty, Allah yang menciptakan kita lebih tahu mana yang terbaik untuk ciptaan-Nya! Allah menyuruh kita menjaga aurat karena tidak ingin kita teraniaya dan celaka.

Dulu kita tidak ada, dengan kasih sayang-Nya, Ia menghadirkan kita. Pernah melihat lukisan indah seseorang?. Kita saja yang melihatnya akan merasa takjub dan menghargainya, apatah lagi yang melukiskannya?!.. Tentu Sang Pelukis lebih menghargai lukisannya, lebih menyayanginya, daripada insan yang hanya menilai. Begitu pula Allah terhadap kita ukhty! Allah tidak ingin lukisan-Nya dihina dan hidup sia-sia di dunia ini!.

Siapa yang paling menyayangimu kalau bukan Allah?. Rasakanlah kasih sayangnya dari lukisan wajah indahmu di hadapan cermin itu. Begitu sempurna!, Begitu indah! Tidakkah engkau ingin mensyukurinya?.

Rasakan pula dalam setiap degup jantungmu, denyut nadimu, desah nafasmu, dan setiap apa yang engkau rasa pada dirimu. Tidak terpikirkah betapa Allah senantiasa merawatmu?!. Ia tak pernah menghentikan dan membiarkanmu sedikitpun kesusahan. Walau betapa banyak salahmu, Allah masih selalu mengasihimu, mengasihimu!. Begitu banyak nikmat yang Ia berikan, jangankan untuk bersyukur, diri kita malah kufur.

Bukankah nikmat rasanya jika disayang itu ya ukhty? jikalau kita sudah mengerti, mengapa kita tidak ingin disayang oleh yang Maha Penyayang itu sendiri?!.. kenapa kita tidak ingin dicinta Sang Pencipta kita sendiri?!..

Kelak apa yang kita lakukan di dunia ini diminta pertanggungjawaban! kelak seluruh anggota tubuh itu ditanya apa saja yang diperbuatnya! Kelak kita akan mengetahui kita selamat atau celaka!!!

Karena itu, kuketuk dalam pintu hatimu, dengan segenap kemampuan jiwa dan ragaku, taqwalah dirimu dengan menjaga baik-baik apa yang Allah titipkan kepadamu. Tutupilah aurat itu sebelum tiba masanya manusia tidak lagi memperdulikannya. Yaitu ketika seluruh langit dan bumi ini musnah dan terganti!, ketika seluruh umat manusia berkumpul dalam keadaaan tubuh tak tertutup sehelai benangpun. Tak ada lagi yang memperdulikan, karena masing-masing telah sibuk dengan urusannya masing-masing!.

Duhai yang dianugerahi kelebihan rasa, duhai yang lebih dekat pada cinta, patuhlah pada Tuhanmu, kenakan pakaian taqwa itu, selamatkan dirimu! Ulurkan jilbab ke seluruh tubuhmu! Tolong.. sempunakan ia!

Tiba-tiba seorang wanita mendekati Nisa dengan berlinang air mata,

"Boleh kupinjam jilbabmu untuk menutupi rambut dan seluruh tubuhku yang dibalut baju minim ini, Nisa?!".

Nisa memandang wanita yang ada dihadapannya. "Cathy! Betulkah apa yang kudengar tadi?!, engkau mau mengenakan jilbab?".

Wanita itu menganggukkan kepalanya, seraya menangis. "Iya Nisa, karena aku takut murka Allah.. takut kehilangan kasih sayang-Nya.. takut tidak diperdulikan-Nya di akhirat kelak.. takut tak bisa memandang wajah-Nya.. dan aku takut Allah tidak mencintaiku Nisa.. aku takut Allah tidak mencintaiku!.."

Mendengar ucapan itu, Nisa memeluk Cathy, menciuminya, hampir ia tidak percaya bahwa gadis manis itu tergugah untuk menutup auratnya, Semua ini karena-Mu ya Allah!, Tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan-Mu. Kemudian yang lain ikut menyalami Cathy, memeluk dan menciuminya sebagai ucapan selamat karena telah mendapat hidayah. Pada hari itu juga, dia tidak hanya mendapat 1 gaun muslimah lengkap, namun lebih!. Tambah satu lagi Melati itu, Ya Allah! Ucap Nisa seraya tersenyum bahagia, bahagia!.


=====================================================================================
Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An Nuur 24:31)