6.15.2010

*Sebuah Cangkir yang Cantik*


Sepasang kakek dan nenek pergi berbelanja di sebuah toko
suvenir untuk mencari hadiah untuk cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju
kepada sebuah cangkir yang cantik. "Lihat cangkir itu," kata si nenek kepada
suaminya. "Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar
si kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud
berbicara, "Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku
dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah
seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang
pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.

Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. 'Stop! Stop!'
aku berteriak, tetapi orang itu berkata 'Belum!' Lalu ia mulai menyodok dan
meninjuku berulang-ulang. 'Stop! Stop!' teriakku lagi, tetapi orang ini
masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi
ia memasukkan aku ke dalam perapian. 'Panas! Panas!' teriakku dengan keras.
'Stop! Cukup!' teriakku lagi, tetapi orang ini berkata "Belum!"

Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai
dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh, ternyata belum. Setelah
dingin, aku diberikan kepada seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku.
Asapnya begitu memualkan. 'Stop! Stop!' aku berteriak, tetapi wanita itu
berkata 'Belum!'

Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke
perapian yang lebih panas dari sebelumnya! 'Tolong hentikan penyiksaan ini!'
sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya, tetapi orang ini tidak peduli
dengan teriakanku. Ia terus membakarku. Setelah puas 'menyiksaku' maka aku
dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan
menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku
hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu
cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala
kulihat diriku."

***

Seperti inilah Allah SWT membentuk kita. Pada saat Allah SWT membentuk kita,
tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi
inilah satu-satunya cara bagiNya untuk mengubah kita supaya menjadi cantik
dan memancarkan kemuliaanNya.

Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan apabila kita sedang diberi cobaan/ujian,
sebab kita tahu bahwa ujian terhadap kita akan menghasilkan ketekunan. Dan
biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya kita menjadi
sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.

Apabila kita sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Dia
sedang membentuk kita. Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan. Tetapi
setelah semua proses itu selesai, kita akan melihat betapa cantiknya Allah
SWT membentuk kita. Bersyukurlah!
(Imma)*

-------------------------------------------
taken from : kotasantri.com


.[^_^]/

Tidak ada komentar: